Paparan Sinar Matahari Dapat Merusak Rambut?

nurse-2019420_640
Update Terakhir:

12 October 2022

Diperiksa Secara Medis Oleh: Review Pending
Ditulis Oleh: Tim Editorial ROEGAN

TLDR

Sinar matahari mengandung sinar ultraviolet (UV) yang berpotensi menyebabkan kerusakan rambut. Rambut kering, mudah patah, terasa kasar, berwarna lebih pucat, terlihat kusam atau terasa kaku merupakan gejala rambut yang rusak akibat terpapar radiasi dari matahari. Dengan adanya bukti ilmiah ini, maka disarankan bagi Anda yang ingin memiliki rambut sehat untuk menghindari paparan cahaya matahari secara langsung terlalu lama.

Secara massa, sekitar 65-95% dari rambut manusia terbuat dari suatu zat protein yang bernama keratin. Dari segi struktur, helai rambut dapat dibagi menjadi 3 bagian: medula, korteks dan kutikula. Butiran melanin, zat pigmen yang memberikan warna pada helai rambut terdapat di dalam korteks. 

Sudah merupakan pengetahuan umum bahwa sinar ultraviolet (UV) dapat menyebabkan kerusakan pada rambut. Rambut kering, mudah patah, terasa kasar, berwarna lebih pucat, terlihat kusam atau terasa kaku merupakan gejala rambut yang rusak akibat terpapar radiasi dari matahari. Hal ini terjadi akibat degradasi fotokimia terhadap protein rambut dan melanin. 

Degradasi pada protein rambut dapat terjadi ketika rambut terpapar pada cahaya dengan panjang gelombang 254 – 400nm. Sebagai referensi, sinar UV memiliki panjang gelombang 100 – 400nm, yang berarti sinar UV memiliki potensi untuk merusak protein rambut. Sinar UV mengakibatkan oksidasi terhadap molekul yang mengandung sulfur pada batang rambut. Selain itu, oksidasi juga terjadi pada karbon amida dari rantai polipeptida sehingga menghasilkan gugus karbonil. 

Melanin dapat memberikan perlindungan terhadap degradasi fotokimia protein rambut. Melanin memiliki sistem gugus karbonil konjugasi dan ikatan rangkap yang ekstensif sehingga dapat menyerap radiasi UV dan radikal bebas agar tidak melukai protein rambut. Namun, sebagai efek samping dari fungsi proteksi ini, pigmen pada melanin dapat mengalami degradasi dan pemudaran. 

Pada tahun 2004, sekelompok peneliti dari Universitas Campina, Brazil mempublikasikan hasil penelitian mereka sehubungan dengan efek sinar matahari terhadap rambut manusia. 

Untuk penelitian tersebut, berbagai jenis rambut dikumpulkan oleh para peneliti. Rambut yang dipercobakan termasuk rambut bewarna coklat tua, pirang, merah dan hitam. Setelah dibersihkan dengan etil eter, sampel rambut tersebut dipaparkan ke sinar matahari didampingi dengan radiometer yang dimaksudkan untuk mengukur intensitas radiasi dari matahari. 

Dari segi degradasi protein, ditemukan bahwa degradasi protein akan terus terjadi seiring dengan semakin lama paparan rambut terhadap sinar matahari (lihat Fig. 3 di bawah).

Perubahan warna rambut diukur dengan menggunakan diffuse reflectance spectrophotometry (DRS). Alat tersebut memberikan bacaan DL (perbedaan kadar warna, negatif jika lebih pucat, positif jika warna menjadi lebih gelap), Da (perbedaan merah-hijau, negatif jika lebih hijau, positif jika lebih merah), Db (perbedaan kuning-biru, negatif jika lebih biru, positif jika lebih kuning) dan DE (perbedaan warna total, yang dihitung dengan [(DL)2 + (Da)2 + (Db)2]1/2. Hasil pengukuran tersebut dapat dilihat pada Table 2 di bawah. 

Dari penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa memang sinar UV dari matahari dapat menyebabkan degradasi protein rambut dan juga perubahan warna rambut. Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin tetap memiliki rambut sehat, disarankan untuk melindungi diri dari cahaya matahari pada tengah hari, di mana kadar UV sedang tinggi-tingginya atau menggunakan pelindung seperti topi ataupun payung.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran medis. Informasi yang terkandung di sini bukan merupakan pengganti dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis profesional. Selalu bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari perawatan apa pun.