Minoxidil Bikin Mandul?

nurse-2019420_640
Update Terakhir:

02 August 2022

Diperiksa Secara Medis Oleh: Review Pending
Ditulis Oleh: Tim Editorial ROEGAN

TLDR

Berbeda dengan Finasteride yang sudah memiliki track-record buruk terhadap dampaknya pada kesehatan seksual, Minoxidil yang muncul lebih dulu dan telah diteliti lebih lama justru tidak diketahui memiliki dampak tersebut. Medical check up yang dilakukan oleh Vanderveen et al. juga menunjukkan tidak adanya dampak sistemik oleh penggunaan Minoxidil topikal. Tim editorial ROEGAN menilai bahwa berdasarkan dua hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa cukup aman untuk berasumsi bahwa Minoxidil tidak memiliki dampak terhadap kesehatan seksual, termasuk kesehatan sperma.

Pada artikel “Apakah Minoxidil Dapat Menyembuhkan Kebotakan?”, tim editorial ROEGAN telah mengulas salah satu penelitian terhadap pemakaian Minoxidil dalam jangka panjang. Yang dimaksud dengan jangka panjang di sini adalah 12 bulan, atau 1 tahun. Untuk menyelidiki dampak dari Minoxidil pada tubuh, para relawan mendapatkan medical check up sebelum dan sesudah pemakaian Minoxidil selama 12 bulan. Medical check up yang dimaksud meliputi pemeriksaan tekanan darah, denyut nadi, berat badan, kondisi kulit sekitar, complete blood count (CBC), elektrolit, nitrogen urea darah, kreatinin, aspartat aminotransferase, laktat dehidrogenase, alkaline phosphatase, tiroksin serum, ambilan T3, indeks tiroksin bebas, testosteron serum, kadar Minoxidil, urinalisis dan elektrokardiogram. Hasilnya, ditemukan bahwa tidak ada perubahan signifikan pada hasil medical check up sebelum dan sesudah pemakaian (yakni, pada bulan ke-12). Dengan kata lain, pemakaian Minoxidil pada jangka panjang terbukti tidak menyebabkan gangguan kesehatan.

Walau penelitian tersebut tidak mencakup dampak Minoxidil terhadap fertilitas, kemandulan ataupun kualitas sperma, namun medical check up tersebut tergolong cukup menyeluruh sehingga jika seandainya ada dampak terhadap fertilitas, tentunya akan tercermin pula pada salah satu parameter dalam medical check up tersebut. Dikarenakan tidak adanya kejanggalan pada parameter manapun, maka dapat kita asumsikan bahwa Minoxidil tampaknya cukup aman dan tidak memberikan dampak terhadap fertilitas pengguna. 

Ditambah lagi, Minoxidil sudah diteliti selama lebih dari 40 tahun dan sejak tahun 1988 sudah mendapatkan izin oleh FDA (Federal Drug Agency, badan BPOM Amerika Serikat) untuk dijual sebagai obat yang dapat menumbuhkan rambut (lihat gambar di bawah).1 Hingga saat penulisan artikel ini, hanya ada 2 obat yang telah diakui FDA dapat menumbuhkan rambut, yaitu Minoxidil dan Finasteride. 

Finasteride baru mulai diteliti setelah Minoxidil telah mendapatkan persetujuan dari FDA. Walaupun muncul lebih akhir, sudah banyak laporan efek samping Finasteride. Laporan tersebut datang dari para peneliti maupun para pengguna Finasteride. Tidak tanggung-tanggung, efek samping Finasteride diketahui dapat mengganggu fungsi seksual dan juga kesehatan mental dalam bentuk depresi dan anxiety disorder. Saking banyaknya laporan tersebut, sehingga efek samping Finasteride kini dikenal luas sebagai post-finasteride syndrome

Berbeda dengan Finasteride, walau Minoxidil sudah dipakai dan diteliti lebih lama, belum ada laporan efek samping yang seperti itu. Jika memang Minoxidil memiliki potensi untuk mengganggu kesehatan seksual, tentunya laporan tersebut pasti bermunculan, seperti halnya dengan Finasteride. Tidak adanya keluhan yang demikian merupakan alasan yang kuat bagi Anda untuk tidak mencemaskan dampak Minoxidil terhadap kesuburan ataupun kesehatan sperma Anda. 
Akhir kata, tidak hanya berdasarkan medical check up yang tidak menemukan dampak sistemik Minoxidil, tetapi juga tidak adanya laporan efek samping Minoxidil terhadap fungsi seksual tim editorial ROEGAN menilai bahwa kami memiliki dasar yang cukup kuat untuk menyimpulkan bahwa kemungkinan besar, Minoxidil tidak memiliki dampak negatif terhadap fungsi seksual, kualitas sperma ataupun kesuburan.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran medis. Informasi yang terkandung di sini bukan merupakan pengganti dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis profesional. Selalu bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari perawatan apa pun.