Mitos: Testosteron Tinggi Penyebab Kebotakan?

nurse-2019420_640
Update Terakhir:

16 February 2022

Diperiksa Secara Medis Oleh: Review Pending
Ditulis Oleh: Tim Editorial ROEGAN

TLDR

Salah satu mitos yang paling sering beredar di kalangan penderita kebotakan adalah: penyebab kebotakan adalah kadar testosteron yang lebih tinggi dari umumnya. Namun sebenarnya pendapat ini kurang tepat, karena yang sebenarnya lebih tinggi bukanlah testosteron, melainkan enzim 5-alpha-reductase. Enzim ini justru merubah testosteron menjadi DHT yang notabene merupakan penyebab kebotakan.

Kebotakan (androgenic alopecia) secara statistik lebih banyak diderita oleh pria dibandingkan wanita. Selain itu, merupakan pengetahuan umum bahwa kebotakan disebabkan oleh hormon yang disebut dengan DHT (Dihydrotestosterone). DHT masuk dalam keluarga androgen, yaitu hormon yang merangsang atau mengontrol perkembangan dan pemeliharaan karakteristik laki-laki, sehingga sering disebut pula dengan hormon laki-laki. Hormon DHT bekerja dengan menempel pada reseptor androgen yang berada pada berbagai organ di seluruh tubuh termasuk folikel rambut. Dalam kadar yang wajar, maka menempelnya hormon DHT merupakan hal yang wajar dan malah penting bagi fungsi dan kesehatan tubuh. Namun ketika kadar DHT lebih tinggi dari normal, maka tentu saja akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Salah satu efek kadar DHT yang tinggi adalah kebotakan. Banyaknya DHT yang menempel pada reseptor androgen folikel rambut menyebabkan folikel tersebut menjadi semakin mengecil sehingga rambut tampak lebih tipis. Hal ini terjadi karena DHT menyebabkan folikel rambut mengalami fase anagen yang lebih pendek dan fase telogen yang lebih panjang. Untuk penjelasan lebih mendalam mengenai fase-fase tersebut dan kaitannya dengan kebotakan, silahkan klik link ini. Jika kelebihan hormon DHT itu tidak teratasi, maka lama kelamaan folikel rambut akan terus mengecil hingga akhirnya mati sama sekali.

Dengan kata lain, yang menyebabkan rambut rontok adalah hormon DHT dan bukan testosteron. DHT merupakan hormon yang diproduksi ketika sebuah enzim yang bernama 5-alpha-reductase bertemu dengan testosteron. Bukan tingginya kadar testosteron dalam tubuh yang membuat lebih banyak DHT, melainkan tingginya kadar 5-alpha-reductase. Banyaknya enzim 5-alpha-reductase dalam tubuh justru mengubah testosteron yang ada dalam tubuh menjadi DHT. 

Karena itulah obat yang paling ampuh dalam mengobati kebotakan akibat androgenic alopecia adalah obat yang mampu menurunkan kadar DHT tersebut atau dikenal juga dengan istilah DHT blocker. Klink link ini untuk mempelajari lebih lanjut mengenai DHT blocker alami, yaitu pumpkin seed oil.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran medis. Informasi yang terkandung di sini bukan merupakan pengganti dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis profesional. Selalu bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari perawatan apa pun.