Panduan Lengkap Minoxidil Untuk Menumbuhkan Rambut dan Mengatasi Kebotakan

dr. Giovanni Gilberta ROEGAN
Update Terakhir:

13 March 2025

Diperiksa Secara Medis Oleh: dr. Giovanni Gilberta
Ditulis Oleh: Tim Editorial ROEGAN

TLDR

Minoxidil merupakan penumbuh rambut yang efektif melawan rambut rontok dan kebotakan. Sejak 1980, sudah banyak jurnal yang melaporkan efek positif minoxidil baik dalam bentuk randomized controlled trial (RCT) maupun meta analisis. Dengan efek samping yang cenderung ringan, tidak heran minoxidil merupakan pilihan banyak orang dalam menumbuhkan rambut.

Apa itu Minoxidil?

Minoxidil adalah obat yang sudah teruji secara ilmiah dan klinis dapat menumbuhkan rambut dan mengatasi kebotakan. Efektivitas minoxidil sudah teruji betul karena sudah digunakan untuk menumbuhkan rambut semenjak tahun 1980. Semenjak saat itu juga, sudah banyak jurnal ilmiah yang dipublikasikan dan mendukung manfaat minoxidil dalam melawan kebotakan. Hingga, untuk mengatasi kebotakan pada pria dan wanita, badan POM Amerika Serikat, FDA (Federal Drug Agency), hanya mensertifikasi 2 obat saja: minoxidil dan finasteride. Dikarenakan minoxidil memiliki efek samping yang cukup ringan (iritasi kulit, kemerahan dan pusing-pusing) dibandingkan dengan finasteride (lihat Post-Finasteride Syndrome), maka tidak heran jika minoxidil menjadi pilihan banyak dokter dalam mengatasi kerontokan rambut pada pasien mereka. 

Bukti Efektivitas Minoxidil Dalam Menumbuhkan Rambut

Kita semua tahu bahwa jurnal ilmiah, walau tidak sempurna, merupakan sumber informasi yang paling netral yang kita miliki saat ini. Namun, tidak semua jurnal ilmiah sama. Hasil laporan di jurnal ilmiah yang menggunakan sampel lebih banyak tentu lebih terpercaya dibandingkan dengan yang sampel-nya kecil. Dari semua bentuk jurnal ilmiah, yang dianggap sebagai terbaik atau gold-standard adalah randomized controlled trial (RCT). Dalam randomized controlled trial, para relawan dibagi menjadi 2 grup secara acak: grup kontrol dan grup intervensi. Dengan pengacakan ini, RCT meminimalisir bias dan meningkatkan validitas hasil. 

Ketika kita mengumpulkan beberapa studi RCT dan menganalisa data-datanya secara bersamaan, maka itu disebut meta analisis. Dengan kata lain, bukti dari meta analisis merupakan bukti terkuat di bidang sains. Sebuah studi meta analisis di tahun 2017 (lihat gambar di bawah) mendalami lebih dari 200 studi dan dengan demikian para peneliti tersebut akhirnya dapat dengan yakin menyimpulkan bahwa minoxidil 5% efektif dapat menumbuhkan rambut pada pria dan minoxidil 2% pada wanita:

Gambar 1 hasil pertumbuhan rambut oleh minoxidil 5% pada pria

Gambar 2 hasil pertumbuhan rambut oleh minoxidil 2% pada wanita

Kotak hijau pada kedua gambar tersebut merepresentasikan hasil masing-masing studi sedangkan wajik hitam adalah total dari semua studi tersebut. Jika hasil berada di tepat di tengah, yakni titik 0, berarti minoxidil tidak memiliki efek apapun terhadap pertumbuhan rambut. Sebaliknya jika hasil semakin berada di kanan titik tengah atau titik 0, berarti semakin efektif pula minoxidil dalam menumbuhkan rambut. 

Produk penumbuh rambut lain belum tentu bisa melewati eksperimen RCT. Dan kalaupun hasilnya positif di 1 RCT, belum tentu positif juga di studi RCT lainnya sehingga tidak bisa dibuat studi meta analisisnya. Studi meta analisis dengan hasil yang konsisten dan tegas seperti ini merupakan testimoni terkuat dari sains mengenai efektivitas minoxidil terhadap pertumbuhan rambut. 

Cara Kerja Minoxidil

Pada dasarnya kepala yang terlihat botak disebabkan karena sebagian besar folikel rambut pada kepala tersebut sedang dalam telogen (fase istirahat) dan bukan anagen (fase rambut tebal). Sebaliknya pada kepala yang rambutnya terlihat tebal, sebagian besar folikel rambut justru berada pada fase anagen dan bukan telogen. Minoxidil bekerja dengan “memaksa” folikel rambut berada lebih lama di fase anagen dan lebih sebentar di telogen melalui 2 mekanisme berikut:

  • Minoxidil berperan sebagai vasodilator, yang berarti minoxidil melebarkan pembuluh darah di sekitar folikel rambut. Dengan lebih banyak darah yang mengalir, maka lebih banyak pula nutrisi dan oksigen yang akan didapat oleh folikel rambut untuk dijadikan bahan baku untuk menumbuhkan rambut baru.
  • Minoxidil dapat meningkatkan produksi Prostaglandin (Prostaglandin Endeperoxide Synthase) dan VEGF (Vascular Endothelial Growth Factor) yang merupakan isyarat bagi folikel rambut untuk masuk ke fase anagen. 

Untuk informasi yang lebih mendalam mengenai cara kerja minoxidil, bisa klik link berikut.

Cara Pakai Minoxidil

Minoxidil merupakan obat oles yang sebaiknya diaplikasikan 2 (dua) kali sehari pada tempat yang ingin ditumbuhi rambut. Setelah pengolesan, idealnya minoxidil didiamkan selama 4 jam agar dapat menyerap sempurna. Untuk mengoptimalkan penyerapan, maka sebaiknya kulit tempat pengolesan dipastikan bersih sebelum pemakaian minoxidil. 

Setelah pengolesan, kami rekomendasikan untuk mencuci tangan agar minoxidil tidak mengenai bagian lain dari tubuh. 

Apa Minoxidil Bisa Menumbuhkan Brewok? 

Walau belum ada jurnal ilmiah yang pernah mendokumentasikan keberhasilan dan efektivitas minoxidil dalam menumbuhkan brewok, namun sudah banyak orang-orang yang membuktikan sendiri bahwa minoxidil dapat membantu menumbuhkan kumis dan brewok. 

Hal ini dikarenakan di wajah manusia pun terdapat folikel rambut yang jika kita oleskan minoxidil akan “dipaksa” masuk ke fase anagen dan menumbuhkan rambut. 

Kapan Hasil Minoxidil Dapat Terlihat

Dengan pemakaian rutin, efek pertumbuhan rambut oleh minoxidil umumnya dapat terlihat dalam 1.5-2 bulan. Namun, perlu dicatat bahwa setiap orang berbeda, dan karena itu tidak menutup kemungkinan ada beberapa orang yang membutuhkan waktu lebih lama. Hal ini sudah diketahui sejak awal tahun 1980, waktu minoxidil mulai banyak dipakai untuk menumbuhkan rambut. Sebuah studi di tahun oleh Vanderveen et al. (2014) menemukan bahwa pengolesan minoxidil selama 12 bulan membuahkan hasil yang berbeda-beda. Ada yang sudah mendapatkan hasil dalam 1 bulan, ada yang membutuhkan 5 bulan dan ada juga yang tidak mendapatkan hasil yang memuaskan. Klik link berikut untuk melihat lebih lengkap mengenai studi tersebut.  

Walau minoxidil merupakan solusi penumbuh rambut dengan data dan riset ilmiah yang sangat kuat, namun tidak menutup kemungkinan hasil yang didapat dari satu individu ke yang lain akan berbeda dikarenakan adanya faktor-faktor lainnya seperti kondisi medis atau kelainan genetik. 

Efek Samping Umum

Beberapa efek samping yang umum terjadi bagi pengguna minoxidil:

  • Gatal dan kering pada kulit
    Minoxidil diketahui dapat menyebabkan dermatitis kontak di tempat aplikasi. Baca informasi lebih lanjut dan solusinya di link berikut.
  • Fase shedding
    Penggunaan minoxidil dapat menyebabkan rambut rontok terlebih dahulu sebelum akhirnya tumbuh kembali. Ini merupakan hal yang wajar dan tidak perlu dikhawatirkan. Baca informasi lebih lanjut di link berikut.
  • Pertumbuhan rambut berlebih (hipertrikosis)
    Walau minoxidil merupakan obat oles, namun setelah diserap maka minoxidil melalui pembuluh darah dapat memberikan pertumbuhan rambut di area lainnya. Oleh karena itu, wanita disarankan memakai minoxidil 2% agar tidak terjadi pertumbuhan rambut di area lain pada wajah seperti kumis atau brewok.

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi dan bukan merupakan saran medis. Informasi yang terkandung di sini bukan merupakan pengganti dan tidak boleh diandalkan untuk nasihat medis profesional. Selalu bicarakan dengan dokter Anda tentang risiko dan manfaat dari perawatan apa pun.